Disk Array
Konfigurasikan dan kelola RAID disk array pada NVR seri LTN89xx-R, termasuk membuat array dengan metode one-touch atau manual, membangun ulang array yang terdegradasi menggunakan hot spare disk, menghapus array, dan memeriksa firmware.
Tujuan: Disk array adalah teknologi virtualisasi penyimpanan data yang menggabungkan beberapa drive disk fisik menjadi satu unit logis. Dikenal juga sebagai "RAID", array menyimpan data di beberapa HDD sehingga menyediakan redundansi yang cukup agar data dapat dipulihkan jika salah satu disk mengalami kegagalan. Data didistribusikan ke seluruh drive menggunakan salah satu dari beberapa metode yang disebut "RAID level", berdasarkan redundansi dan performa yang dibutuhkan.
Disk array hanya didukung oleh perangkat Seri LTN89xx-R.
Membuat Disk Array
Tujuan: Perangkat mendukung disk array berbasis perangkat lunak. Aktifkan fungsi RAID sesuai kebutuhan. Tersedia dua cara untuk membuat array: konfigurasi one-touch dan konfigurasi manual.
Mengaktifkan RAID
Tujuan: Lakukan langkah-langkah berikut untuk mengaktifkan fungsi disk array.
Buka Storage > Advanced
Buka Storage > Advanced.

Gambar 8-1 Advanced
Aktifkan RAID
Centang Enable RAID.
Apply
Klik Apply.
Reboot
Reboot perangkat agar pengaturan berlaku.
Pembuatan One-Touch
Tujuan: Konfigurasi one-touch membuat disk array secara otomatis. Secara default, tipe array yang dibuat dengan konfigurasi one-touch adalah RAID 5.
Sebelum memulai:
- Aktifkan fungsi RAID. Untuk detailnya, lihat Mengaktifkan RAID.
- Pasang minimal 3 HDD. Jika lebih dari 10 HDD terpasang, 2 array akan dibuat. Untuk menjaga keandalan dan stabilitas HDD, disarankan menggunakan HDD kelas enterprise dengan model dan kapasitas yang sama.
Buka Physical Disk
Buka Storage > RAID Setup > Physical Disk.

Gambar 8-2 Physical Disk
One-touch Config
Klik One-touch Config.
Masukkan nama array
Edit nama array di kolom Array Name dan klik OK untuk memulai konfigurasi.
Jika Anda memasang 4 HDD atau lebih, sebuah hot spare disk untuk membangun ulang array akan dibuat secara otomatis.
Konfirmasi penyelesaian
Saat kotak pesan muncul menandakan pembuatan array selesai, klik OK.
Lihat informasi array
(Opsional) Perangkat akan secara otomatis menginisialisasi array yang telah dibuat. Buka Storage > RAID Setup > Array untuk melihat informasi array yang telah dibuat.
Pembuatan Manual
Tujuan: Buat array RAID 0, RAID 1, RAID 5, RAID 6, atau RAID 10 secara manual.
Buka Physical Disk
Buka Storage > RAID Setup > Physical Disk.
Create
Klik Create.

Tabel 8-1 Create Array Window
Masukkan nama array
Masukkan nama array.
Pilih RAID Level
Pilih RAID Level sesuai kebutuhan: RAID 0, RAID 1, RAID 5, RAID 6, atau RAID 10.
Pilih disk fisik
Pilih disk fisik yang akan membentuk array.
Tabel 8-2 Jumlah HDD yang Diperlukan
| RAID Level | Jumlah HDD yang Diperlukan |
|---|---|
| RAID 0 | Minimal 2 HDD. |
| RAID 1 | Minimal 2 HDD. |
| RAID 5 | Minimal 3 HDD. |
| RAID 6 | Minimal 4 HDD. |
| RAID 10 | Jumlah HDD harus genap, antara 4 hingga 16. |
Konfirmasi
Klik OK.
Lihat informasi array
(Opsional) Perangkat akan secara otomatis menginisialisasi array yang telah dibuat. Buka Storage > RAID Setup > Array untuk melihat informasi array yang telah dibuat.

Gambar 8-3 Array List
Membangun Ulang Array
Tujuan: Status array mencakup Functional, Degraded, dan Offline. Untuk memastikan keamanan dan keandalan data yang tersimpan dalam array, lakukan pemeliharaan yang tepat dan segera sesuai statusnya.
- Functional: Tidak ada disk yang hilang dalam array.
- Offline: Jumlah disk yang hilang telah melampaui batas maksimum.
- Degraded: Jika ada HDD yang gagal dalam array, array menjadi terdegradasi. Pulihkan ke status Functional dengan membangun ulang array.
Mengonfigurasi Hot Spare Disk
Tujuan: Hot spare disk diperlukan untuk pembangun ulang array disk secara otomatis.
Buka Physical Disk
Buka Storage > RAID Setup > Physical Disk.

Gambar 8-4 Physical Disk
Atur hot spare
Klik
pada HDD yang tersedia untuk menetapkannya sebagai hot spare disk.
Membangun Ulang Array Secara Otomatis
Tujuan: Perangkat dapat secara otomatis membangun ulang array yang terdegradasi menggunakan hot spare disk.
Sebelum memulai: Buat hot spare disk terlebih dahulu. Untuk detailnya, lihat Mengonfigurasi Hot Spare Disk.
Pantau progres pembangunan ulang
Perangkat akan secara otomatis membangun ulang array yang terdegradasi menggunakan hot spare disk. Buka Storage > RAID Setup > Array untuk melihat progres pembangunan ulang.

Gambar 8-5 Array List
Membangun Ulang Array Secara Manual
Tujuan: Jika tidak ada hot spare disk yang dikonfigurasi, bangun ulang array yang terdegradasi secara manual.
Sebelum memulai: Minimal satu disk fisik yang tersedia harus ada untuk membangun ulang array.
Buka Array
Buka Storage > RAID Setup > Array.

Gambar 8-6 Array List
Mulai pembangunan ulang
Klik
pada array yang terdegradasi.

Gambar 8-7 Rebuild Array
Pilih disk fisik
Pilih disk fisik yang tersedia.
Konfirmasi
Klik OK.
Konfirmasi peringatan
Klik OK pada kotak pesan yang muncul: "Do not unplug the physical disk when it is under rebuilding."
Menghapus Array
Menghapus array akan menghapus semua data yang tersimpan di dalamnya.
Buka Array
Buka Storage > RAID Setup > Array.

Gambar 8-8 Array List
Delete
Klik
pada array yang ingin dihapus.

Gambar 8-9 Attention
Konfirmasi penghapusan
Klik Yes pada kotak pesan yang muncul.
Memeriksa dan Mengedit Firmware
Tujuan: Anda dapat melihat informasi firmware dan mengatur kecepatan tugas latar belakang pada antarmuka Firmware.
Buka Firmware
Buka Storage > RAID Setup > Firmware.

Gambar 8-10 Firmware
Atur Background Task Speed
(Opsional) Atur Background Task Speed.
Apply
Klik Apply.
Pusat Bantuan LTS Connect