LogoPusat Bantuan LTS Connect
LogoPusat Bantuan LTS Connect
Beranda
Panduan Pengguna Network Video Recorder (V5.03)Aktivasi melalui Menu LokalMasuk ke Perangkat AndaPengenalan Antarmuka PenggunaPengaturan JaringanManajemen PenggunaAkses PerangkatPengelompokan PerangkatPengaturan Perangkat Video atau AudioManajemen PenyimpananKonfigurasi JadwalLive ViewPemutaran Ulang
Pencarian dan PencadanganDirect SearchPengaturan CerdasApplication CenterPengaturan Parameter SistemCadangan Perangkat Hot SpareMengonfigurasi Peristiwa PengecualianMelihat Info SistemPemeliharaan SistemManajemen KeamananLampiran
Pertanyaan Keamanan untuk Reset Kata Sandi
ManualPlatinum Series - LTD DVR / LTN NVRNetwork Video Recorder User Manual (V5.03)

Lampiran

Glosarium istilah perekam video, pertanyaan yang sering diajukan beserta pemecahan masalah, dan panduan konsentrasi gas korosif untuk NVR LTN.

Glosarium

Dual-Stream

Dual-stream adalah teknologi yang digunakan untuk merekam video beresolusi tinggi secara lokal sekaligus mengirimkan stream beresolusi lebih rendah melalui jaringan. Kedua stream tersebut dihasilkan oleh DVR, dengan main stream beresolusi maksimum 1080P dan sub-stream beresolusi maksimum CIF.

DVR

Singkatan dari Digital Video Recorder. DVR adalah perangkat yang mampu menerima sinyal video dari kamera analog, mengompresi sinyal tersebut, dan menyimpannya di hard drive-nya.

HDD

Singkatan dari Hard Disk Drive. Media penyimpanan yang menyimpan data terenkode secara digital pada piringan dengan permukaan magnetis.

DHCP

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) adalah protokol aplikasi jaringan yang digunakan oleh perangkat (klien DHCP) untuk memperoleh informasi konfigurasi agar dapat beroperasi dalam jaringan Internet Protocol.

HTTP

Singkatan dari Hypertext Transfer Protocol. Protokol untuk mentransfer permintaan dan informasi hypertext antara server dan browser melalui jaringan.

PPPoE

PPPoE, Point-to-Point Protocol over Ethernet, adalah protokol jaringan untuk mengenkapsulasi frame Point-to-Point Protocol (PPP) di dalam frame Ethernet. Protokol ini terutama digunakan pada layanan ADSL, di mana pengguna individu terhubung ke transceiver ADSL (modem) melalui Ethernet, serta pada jaringan Metro Ethernet biasa.

DDNS

Dynamic DNS adalah metode, protokol, atau layanan jaringan yang memberikan kemampuan bagi perangkat jaringan, seperti router atau sistem komputer yang menggunakan Internet Protocol Suite, untuk memberi tahu server nama domain agar mengubah secara real time (ad-hoc) konfigurasi DNS aktif dari hostname, alamat, atau informasi lain yang dikonfigurasikan dan tersimpan di DNS.

Hybrid DVR

Hybrid DVR adalah gabungan antara DVR dan NVR.

NTP

Singkatan dari Network Time Protocol. Protokol yang dirancang untuk menyinkronkan jam komputer melalui jaringan.

NTSC

Singkatan dari National Television System Committee. NTSC adalah standar televisi analog yang digunakan di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Jepang. Setiap frame sinyal NTSC berisi 525 garis pemindaian pada 60Hz.

NVR

Singkatan dari Network Video Recorder. NVR dapat berupa sistem berbasis PC atau sistem tertanam (embedded) yang digunakan untuk manajemen dan penyimpanan terpusat bagi kamera IP, IP Dome, dan DVR lainnya.

PAL

Singkatan dari Phase Alternating Line. PAL juga merupakan standar video lain yang digunakan dalam sistem televisi siaran di sebagian besar wilayah dunia. Sinyal PAL berisi 625 garis pemindaian pada 50Hz.

PTZ

Singkatan dari Pan, Tilt, Zoom. Kamera PTZ adalah sistem yang digerakkan oleh motor sehingga kamera dapat bergerak ke kiri dan kanan (pan), naik dan turun (tilt), serta memperbesar dan memperkecil tampilan (zoom).

USB

Singkatan dari Universal Serial Bus. USB adalah standar bus serial plug-and-play untuk menghubungkan perangkat ke komputer host.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa sebagian channel menampilkan "No Resource" atau menjadi layar hitam pada live view multi-layar?

Penyebab

  1. Pengaturan resolusi atau bitrate sub-stream tidak sesuai.
  2. Koneksi sub-stream gagal.

Solusi

  1. Buka Camera → Video Parameters → Sub-Stream. Pilih channel, lalu turunkan resolusi dan max. bitrate (resolusi harus kurang dari 720p, max. bitrate harus kurang dari 2048 Kbps).

    Jika perekam video Anda memberi tahu bahwa fungsi ini tidak didukung, Anda dapat masuk (login) ke kamera dan menyesuaikan parameter video melalui peramban web.

  2. Atur resolusi dan max. bitrate sub-stream dengan benar (resolusi harus kurang dari 720p, max. bitrate harus kurang dari 2048 Kbps), lalu hapus channel tersebut dan tambahkan kembali.

Mengapa perekam video memberi tahu password berisiko setelah sebuah kamera jaringan ditambahkan?

Penyebab

Password kamera terlalu lemah.

Solusi

Ubah password kamera.

Kami sangat menganjurkan Anda membuat password kuat pilihan Anda sendiri (menggunakan minimal 8 karakter, mencakup setidaknya tiga dari kategori berikut: huruf besar, huruf kecil, angka, dan karakter khusus) untuk meningkatkan keamanan produk Anda. Kami juga menganjurkan Anda mengatur ulang password secara berkala, terutama pada sistem dengan keamanan tinggi; mengatur ulang password setiap bulan atau setiap minggu dapat melindungi produk Anda dengan lebih baik.

Mengapa perekam video memberi tahu bahwa tipe stream tidak didukung?

Penyebab

Format encoding kamera tidak cocok dengan perekam video.

Solusi

Jika kamera menggunakan H.265/MJPEG untuk encoding, tetapi perekam video tidak mendukung H.265/MJPEG, ubah format encoding kamera agar sama dengan perekam video.

Bagaimana cara memastikan perekam video menggunakan H.265 untuk merekam video?

Solusi

Periksa apakah tipe encoding pada toolbar live view adalah H.265.

Mengapa perekam video memberi tahu adanya konflik IP?

Penyebab

Perekam video menggunakan alamat IP yang sama dengan perangkat lain.

Solusi

Ubah alamat IP perekam video. Pastikan alamat tersebut tidak sama dengan perangkat lain.

Mengapa gambar tersendat saat melakukan pemutaran ulang (playback) pada kamera satu channel atau multi-channel?

Penyebab

Terjadi pengecualian baca/tulis HDD.

Solusi

Ekspor video tersebut, lalu putar dengan perangkat lain. Jika video diputar normal pada perangkat lain, ganti HDD Anda, lalu coba lagi.

Mengapa perangkat tidak dapat mengendalikan kamera PTZ melalui coaxitron?

Penyebab

  1. Kamera tidak mendukung coaxitron.
  2. Protokol coaxitron tidak benar.
  3. Sinyal terpengaruh oleh video optical transceiver.

Solusi

  1. Pastikan sinyal input video adalah HDTVI, dan kamera mendukung coaxitron.
  2. Pastikan parameter protokol coaxitron sudah benar, seperti baud rate dan alamat.
  3. Lepas video optical transceiver, lalu coba lagi.

Mengapa PTZ tampak tidak merespons melalui RS-485?

Penyebab

  1. Kabel RS-485 tidak terhubung dengan benar.
  2. Antarmuka RS-485 rusak.
  3. Protokol kontrol tidak benar.

Solusi

  1. Periksa apakah kabel RS-485 sudah terhubung dengan benar.
  2. Ganti antarmuka RS-485, lalu coba lagi.
  3. Pastikan protokol kontrol adalah Pelco.

Mengapa kualitas suara video kurang baik?

Penyebab

  1. Perangkat input audio tidak memiliki efek yang baik dalam menangkap suara.
  2. Terdapat gangguan (interferensi) selama transmisi.
  3. Parameter audio tidak diatur dengan benar.

Solusi

  1. Periksa apakah perangkat input audio berfungsi dengan baik. Anda dapat mengganti perangkat input audio lain, lalu coba lagi.
  2. Periksa jalur transmisi audio. Pastikan semua jalur terhubung atau tersolder dengan baik, dan tidak ada interferensi elektromagnetik.
  3. Sesuaikan volume audio sesuai dengan lingkungan dan perangkat input audio.

Pemberitahuan untuk Gas Korosif

Pada ruangan yang bukan ruang pusat data (data center), batas konsentrasi gas korosif dianjurkan untuk memenuhi persyaratan zat aktif kimia tingkat 3C2 dalam IEC 60721-3-3:2002.

Tabel 24-1 Batas Konsentrasi Gas Korosif

Kategori Gas KorosifNilai Rata-Rata (mg/m³)Nilai Maks. (mg/m³)
SO₂ (Sulfur Dioksida)0.31.0
H₂S (Hidrogen Sulfida)0.10.5
Cl₂ (Klorin)0.10.3
HCl (Hidrogen Klorida)0.10.5
HF (Hidrogen Fluorida)0.010.03
NH₃ (Amonia)1.03.0
O₃ (Ozon)0.050.1
NOX (Nitrogen Oksida)0.51.0
  • Nilai rata-rata pada tabel di atas merupakan batas kontrol umum untuk gas korosif di lingkungan ruang mesin. Secara umum, konsentrasi gas korosif tidak dianjurkan melebihi nilai rata-rata tersebut.
  • Nilai maksimum mengacu pada batas atau nilai puncak. Durasi tercapainya konsentrasi gas korosif hingga nilai maksimum tidak boleh melebihi 30 menit per hari.

Tabel 24-2 Kategori Umum dan Sumber Gas Korosif

KategoriSumber Utama
H₂S (Hidrogen Sulfida)Emisi panas bumi, aktivitas mikroba, pembuatan minyak, korosi kayu, pengolahan air limbah, dll.
SO₂ (Sulfur Dioksida), SO₃ (Sulfur Trioksida)Pembakaran batu bara, produk minyak bumi, gas buang kendaraan, peleburan bijih, pembuatan asam sulfat, pembakaran tembakau, dll.
S (Belerang)Tempat pengecoran (foundry), pembuatan belerang, dll.
HF (Hidrogen Fluorida)Pembuatan pupuk, pembuatan aluminium, pembuatan keramik, pembuatan baja, pembuatan peralatan elektronik, pembakaran mineral, dll.
NOX (Nitrogen Oksida)Gas buang kendaraan, pembakaran minyak, aktivitas mikroba, industri kimia, dll.
NH₃ (Amonia)Aktivitas mikroba, limbah cair (sewage), pembuatan pupuk, emisi panas bumi, dll.
CO (Karbon Monoksida)Pembakaran, gas buang kendaraan, aktivitas mikroba, pembusukan pohon, dll.
Cl₂ (Klorin), ClO₂ (Klorin Dioksida)Pembuatan klorin, pembuatan aluminium, pembuatan seng, penguraian limbah, dll.
HCl (Hidrogen Klorida)Gas buang kendaraan, pembakaran, kebakaran hutan, pembakaran polimer dalam proses kelautan, dll.
HBr (Asam Hidrobromat), HI (Asam Hidroiodat)Gas buang kendaraan, dll.
O₃ (Ozon)Proses optik atmosferik (sebagian besar mencakup nitrat oksida dan hidrogen peroksida), dll.
CnHn (Alkana)Gas buang kendaraan, pembakaran tembakau, limbah hewan, limbah cair (sewage), pembusukan pohon, dll.

Manajemen Keamanan

Konfigurasikan penyaringan alamat, enkripsi stream, dan versi TLS untuk network video recorder.

Turbo HD DVR User Manual (GUI 4.0)

Complete user manual for the LTS Platinum Series Turbo HD DVR running the GUI 4.0 local interface — hardware panels, activation, cameras, PTZ, storage, playback, events, VCA, smart analysis, network, and system maintenance.

Daftar Isi

Glosarium
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa sebagian channel menampilkan "No Resource" atau menjadi layar hitam pada live view multi-layar?
Mengapa perekam video memberi tahu password berisiko setelah sebuah kamera jaringan ditambahkan?
Mengapa perekam video memberi tahu bahwa tipe stream tidak didukung?
Bagaimana cara memastikan perekam video menggunakan H.265 untuk merekam video?
Mengapa perekam video memberi tahu adanya konflik IP?
Mengapa gambar tersendat saat melakukan pemutaran ulang (playback) pada kamera satu channel atau multi-channel?
Mengapa perangkat tidak dapat mengendalikan kamera PTZ melalui coaxitron?
Mengapa PTZ tampak tidak merespons melalui RS-485?
Mengapa kualitas suara video kurang baik?
Pemberitahuan untuk Gas Korosif